firasat
Haha. Sudah cukup lama secara tak sadar mengabaikan hal ini. Sampai tadi barusan, di ingatkan, siapa lagi kalo bukan oleh Yang Maha Kuasa. dan tak lain juga karena saya juga tertarik dengan ilmu Psikologi.
Sebab : Helm Hilang di parkiran
Sederhana sekali kan kawan. Nah sebelum saya memarkirkan motor saya, terbersit sedikit firasat, sebaiknya di simpan di tempat yang lain saja. Tapi karena saya sudah biasa juga parkir di situ dan biasanya juga baik-baik saja, firasat itu saya biarkan saja. jadi kalau harus di persentasekan kemungkinan firasat saya itu benar, menilik dari kejadian yang sudah2 sangat kecil sekali kemungkinan helm saya bakal hilang di tempat itu. Tapi, ya begitulah, tak ada yang pasti dalam hidup.
Jadi saat tadi saya tak percaya terhadap naluri saya sendiri. Saya mengabaikan perintah diri saya sendiri. Dan, ini jadi pelajaran. Saya jadi harus lebih sadar dan peka terhadap perasaan saya sendiri, jangan terlalu meremehkan hal sesederhana firasat. Tapi saya juga tidak akan terlalu menghamba kepada firasat. Akan saya pilih2 dengan teliti.
ini kalo mau baca2 tentang hal ini lebih lanjut saya kasi link-nya “precognition”
Oia setelah sedikit search juga nemu ni
“ Sesungguhnya pada peristiwa itu terdapat tanda- tanda bagi orang – orang yang “ Al Mutawassimin “ (QS Al Hijr: 75).
Alhamdulilah ternyata Al Quran juga sudah mengajarkan.
enbe Al Mutawassimin = orang yang memperhatikan tanda-tanda