A Day In Life
Hari ini, saya merasa di curangi. Tapi, seperti judul lagunya The Killers, Mr. Brighside, saya tak mau terlalu berlarut, saya ambil sisi yang baik saja.
Rasa di curangi yang saya dapatkan rasa2nya tak ada apa2nya di bandingkan dengan rasa di curangi tim Irlandia di babak playoff piala dunia melawan Perancis kemaren. Mereka yang tinggal selangkah lagi ke piala dunia, tentu merasakan kekecewaan yang amat sangat ketika Thiery Henry dengan sengaja menyentuh bola dengan tangan untuk menahan agar bola tak keluar lapangan, lalu mengoper bola tersebut ke rekannya, William Gallas, yang langsung menyontek bola ke gawang dan, tentu saja, GOL. Gallas senang, Tim Perancis senang, henry sepertinya juga senang, Rakyat Perancis Bersuka cita, tapi oh say. Caranya itu, curang. Entah apa yang ada di pikiran Thiery Henry, seorang kapten, yang seharusnya jadi suri tauladan. Mungkin demi negara, tapi tak seharusnya dengan cara seperti itu, dan sebuah pepatah bijak.
“Come on it’s real life, anything like that always could be happen”.
Saya tak sedang mengumpat Henry, Tapi saya hanya memberikan gambaran, supaya saya kuat, betapa tak ada artinya kecurangan yang dilakukan kepada saya itu.
Sambil mendengarkan A Day In Life, nya The Beatles, another fantastic Beatles songs. Mr. John Lennon dengan jeli memotret rasa sedih, dan bagaimana cara menutup2i nya supaya diri tidak sedih.
ini bagian lirik yang membuat saya kuat:
“And though the news was rather sad
Well I just had to laugh”
haha.. Saya sudah bisa menertawakan Kecurangan itu.
-no victory come without a price-